Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia
Dalam mencari guru atau mentor, saya sering memetakan begini:
- Guru lingkar 1
- Guru lingkar 2
- Guru lingkar 3
Nah, kali ini kita akan membahas guru lingkar 3. Guru yang gimana sih? Dia adalah orang yang bisa kita akses dan ilmu-ilmu bisnisnya sangat bermanfaat buat bisnis kita.
Mencari guru lingkar 3 ini susah-susah gampang. Selain sibuk, ia juga didekati oleh banyak orang. Tapi begitu dapat, wah, akan benar-benar menolong bisnis kita.
Terhadap guru lingkar 3 ini, sikap yang saya sarankan adalah:
- Jadilah partner-nya
- Jadilah staf-nya
- Jadilah muridnya
Sebaik-baiknya, jadilah partner-nya. Dengan begini, otomatis kita akan tahu ilmu-ilmu bisnisnya. Dan pastilah kita akan di-support olehnya, sedikit atau banyak.
Jelas, belajar dan berguru itu perlu. Namun berguru pun ada caranya agar lebih berdampak pada bisnis kita dan hidup kita. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Tampilkan postingan dengan label Jasa Pelatihan Karyawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jasa Pelatihan Karyawan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 08 Desember 2016
Motivator Indonesia Terbaik, Ippho Santosa, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia
Motivator Indonesia Terbaik, Ippho Santosa, Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terkenal
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terkenal
Salah satu orang terkaya di Tiongkok, Jack Ma, pernah memberikan sebuah pesan yang amat berharga.:
* Saat kita berusia 20-an tahun, beranilah mengambil risiko (take a risk).
* Saat kita berusia 30-an tahun, temukan boss yang tepat (find the right boss).
* Saat kita berusia 40-an tahun, fokuslah pada satu bidang (focus on single field).
* Saat kita berusia 50-an tahun, invest-lah pada orang muda (invest to young people).
* Saat kita berusia 60-an tahun, berbagi dan mengajarlah (share and teach).
Mari kita perhatikan poin pertama dan kedua (usia 20-an dan 30-an). Karena di sini Jack Ma melanjutkan pesannya yang amat berharga. Kalau Anda masih muda, maka yang terpenting adalah:
- dengan siapa Anda bekerja.
- BUKAN di perusahaan mana Anda bekerja.
- karena dari orang yang tepat Anda akan belajar langsung tentang dream, spirit, lagi passion.
- sekiranya ingin menjadi entrepreneur, maka bekerjalah di perusahaan kecil karena (lagi-lagi) Anda bisa belajar tentang dream, spirit, dan passion langsung dari si founder.
Dengan kata lain, menurut Jack Ma, "Pikirkan which boss, BUKAN which company." Ini petuah yang sangat tajam dan menukik, menurut saya. Sulit terbantahkan.
Lebih jauh, saya sebagai entrepreneur melihat sebuah kebijaksanaan yang berimbang di sini, terutama untuk orang-orang berusia 20-an dan 30-an. Apa itu?
Di satu sisi, kita dianjurkan untuk berani mengambil risiko. Di sisi lain, kita dianjurkan untuk mengurangi risiko dengan adanya mentor (boss yang tepat).
At last, happy action! Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Salah satu orang terkaya di Tiongkok, Jack Ma, pernah memberikan sebuah pesan yang amat berharga.:
* Saat kita berusia 20-an tahun, beranilah mengambil risiko (take a risk).
* Saat kita berusia 30-an tahun, temukan boss yang tepat (find the right boss).
* Saat kita berusia 40-an tahun, fokuslah pada satu bidang (focus on single field).
* Saat kita berusia 50-an tahun, invest-lah pada orang muda (invest to young people).
* Saat kita berusia 60-an tahun, berbagi dan mengajarlah (share and teach).
Mari kita perhatikan poin pertama dan kedua (usia 20-an dan 30-an). Karena di sini Jack Ma melanjutkan pesannya yang amat berharga. Kalau Anda masih muda, maka yang terpenting adalah:
- dengan siapa Anda bekerja.
- BUKAN di perusahaan mana Anda bekerja.
- karena dari orang yang tepat Anda akan belajar langsung tentang dream, spirit, lagi passion.
- sekiranya ingin menjadi entrepreneur, maka bekerjalah di perusahaan kecil karena (lagi-lagi) Anda bisa belajar tentang dream, spirit, dan passion langsung dari si founder.
Dengan kata lain, menurut Jack Ma, "Pikirkan which boss, BUKAN which company." Ini petuah yang sangat tajam dan menukik, menurut saya. Sulit terbantahkan.
Lebih jauh, saya sebagai entrepreneur melihat sebuah kebijaksanaan yang berimbang di sini, terutama untuk orang-orang berusia 20-an dan 30-an. Apa itu?
Di satu sisi, kita dianjurkan untuk berani mengambil risiko. Di sisi lain, kita dianjurkan untuk mengurangi risiko dengan adanya mentor (boss yang tepat).
At last, happy action! Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Langganan:
Postingan (Atom)


